Showing posts with label Berita Sepak Takraw. Show all posts
Showing posts with label Berita Sepak Takraw. Show all posts

Tim Putri DKI Jakarta Borong Gelar Juara

BANDUNG, (PRLM).- Tim sepak takraw putri DKI Jakarta berhasil memborong gelar juara, pada Kejuaraan Nasional Sepak Takraw Kartini Cup XII, setelah di final nomor double event mengalahkan Riau 3-2 (15-12, 16-17, 15-10, 10-15, 15-11) pada pertandingan yang berlangsung di GOR Bandung, Rabu (27/4). Sebelumnya, pada final nomor beregu tim sepak takraw DKI Jakarta menang atas putri Sulawesi Selatan 3-2 (6-15, 4-15, 15-11, 15-9, 15-11).

Pelatih Sepak Takraw DKI Jakarta, Lukman Bintang didampingi Asisten Pelatih Cecep Supriadi mengatakan, sebelumnya dia tidak menargetkan juara pada Kejurnas Kartini Cup ini, karena even tersebut hanya dijadikan sebagai ajang ujicoba untuk atletnya dalam menghadapi Babak Kualifikasi (BK) PON pada bulan Juli. “Awalnya hanya untuk ujicoba Pra PON saja, yang penting anak-anak bermain sebaik mungkin,” katanya.

Lukman mengatakan, gelar juara yang diraih oleh DKI Jakarta ini merupakan yang pertama kalinya. “Secara teknik sebenarnya kedua tim imbang, tapi pemainisa bermain baik dan mengalahkan lawan,” ujarnya.

Sekertaris Jenderal PB Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI), Isnanta mengatakan, pada Kejurnas Kartini Cup kali ini juga dijadikan sebagai ajang ujicoba tim putri sepak takraw Pelatnas. “Kejurnas ini juga dijadikan salah satu media untuk mendapatkan materi pemain baru,” katanya.

Isnanta menambahkan untuk atlet tim Pelatnas, meski saat ini kuota telah mencapai 100 persen masih dilakukan sitem promosi dan degradasi untuk para atletnya. “Sampai saat ini PB PSTI masih mencari format yang terbaik, kemungkinan ada satu atau dua atlet yang terdegradasi,” ujarnya. (A-193

Hasil Seleksi Tim Pelatnas PRIMA Yang Kedua Dalam Rangka SEA Games 2011

Tim Pelatnas PRIMA mendominasi peringkat 1 sampai 4 untuk tim non pelatnas menduduki peringkat 5 sampai akhir peringkat. Tim Pelatnas PRIMA baru saja menyelesaikan seleksi yang kedua dalam rangka persiapan SEA GAMES 2011 untuk pelatnas sepaktakraw putra yang di gelar di gedung excelent hall Pondok Cabe.

Seleksi yang melibatkan empat Regu Pelatnas dan tujuh regu dari luar pelatnas dari hasil pemanggilan dan rekomendasi dari Pengprov. Dari hasil setengah kompetisi yang padat dan melelahkan. telah melahirkan peringkat pertama sampai peringkat sebelas.

Tim Pelatnas PRIMA mendominasi peringkat 1 sampai 4 untuk tim non pelatnas menduduki peringkat 5 sampai akhir peringkat, namun demikian tim non pelatnas tetap mempunyai peluang beberapa orang untuk di panggil sesuai dengan kebutuhan tim pelatnas tim pelatnas pun akan mengalami terdegradasi beberapa orang. Untuk tim putri baru akan di lakukan pemantauan dan evaluasi pada saat Kartini Cup di Bandung tanggal 24 - 28 April 2011 tim pelatnas akan di datangkan ke bandung tersebut akan di adu dengan juara 1 sampe 3 hasil kartini cup tersebut saat ini provisi 2 yang memiliki atlet andalan putri sedang mempersiapkan di daerah nya masing masing.

Cabor Sepak Takraw Gelar Kerjurda Jelang Pra-PON

Menghadapi pelaksanaan Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) di Kota Palu, Sulawesi Tengah Juni mendatang, Cabang Olahraga Sepak Takraw Sulawesi Tenggara, mulai melakukan seleksi atlet melalui ajang kejuaraan Daerah (Kejurda).

Kejurda yang di gelar Pengurus Provinsi Persatuan Sepak Takraw (PSTI) 3 hari di GOR Koni Sultra, di ikuti peserta dari 10 Kabupaten Kota, minus Kabupaten Buton Utara dan Konawe Utara. Pada Kejurda ini, di pertandingkan 4 nomor kelas berbeda, masing-masing nomor beregu putra dan putri serta doble event putra dan putri.

Sekertaris KONI Sultra, Erikson, berharap agar atlet yang berlaga dapat menjunjung tinggi nilai-nilai sportif.“kami berharap agar atlet yang ambil bagian dalam kejuaraan ini bisa mengeluarkan kemampuan secara maksimal dan bermain secara profesional. Tidak kalah penting mengutamakan nilai sportifitas,” katanya.

Sementara PSTI Sultra optimis, atlitnya bisa lolos dalam ajang Pra PON di Kota Palu, Sulawesi Tengah. [LL]

Tingkatkan Kualitas Atlit Jelang SEA Games 2011

JAKARTA – Ketua Satlak Prima Tono Suratman ingin kualitas atlet pelatnas SEA Games (SEAG) meningkat. Untuk memenuhi harapan tersebut, pihaknya bersedia melakukan pemantauan salah satunya cabang atletik.

“Para atlet yang ditempa dalam Pelatnas kali mempunyai peluang mengasah prestasinya selama di Pelatnas SEAG. Waktu tersisa enam bulan, saya harapkan bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk membidik medali emas,” ujar Tono Suratman saat melakukan pemantauan Pelatnas Atletik di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Senin (11/4/2011).

Tono berharap atlet cabang atletik mampu mempersembahkan medali emas di SEAG, November mendatang. Apalagi, Indonesia akan bertindak sebagai tuan rumah dalam multievent dua tahunan tersebut. Selain itu, pengurus Prima juga memantau peralatan dan program latihan yang dilakukan atlet. Dengan harapan, memenuhi standar internasional.

Tono optimistis latihan menggunakan peralatan berstandar internasional hasilnya dapat diandalkan saat turun SEAG. Sebab, lawan yang akan dihadapi seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia memiliki atlet berprestasi handal. Semua itu dipantau dari berbagai kejuaraan internasional, atlet dari Thailand menunjukkan kelasnya.

Namun, Tono mengingatkan agar atlet atletik nasional tidak perlu gentar dengan prestasi yang dimiliki lawan. Jika melakukan latihan keras, maka mampu menandingi mereka dalam memperebutkan prestasi terbaik di SEAG yang akan digelar di Jakarta dan Palembang.

Tono juga mengingatkan atlet atletik yang kini berlatih di Pelatnas mengikuti program latihan yang diberikan pelatih asing. Meski pelatih asing belum datang, namun program yang dimiliki sudah dikirim ke pelatih lokal. Program itu diharapkan dapat diterapkan selama ditempa di Pelatnas.
(Edi Yulianto/Koran SI/hmr)

DKI Rebut Gelar ”Double Event”

JLN. JAKARTA,(GM)-
DKI Jakarta merebut gelar juara nomor double event Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sepak Takraw Piala Kartini XII/2011. Pada final yang berlangsung di GOR Bandung, Jln. Jakarta, Rabu (27/4), DKI Jakarta mengalahkan Riau 3-2 (15-12, 16-17, 15-10, 10-15, 15-11).

Dengan kemenangan ini, DKI Jakarta memborong gelar juara pada Kejurnas kali ini. Sebelumnya nomor regu juga dikuasai DKI Jakarta dengan mengempaskan Sulawesi Selatan 3-2 (6-15, 4-15, 15-11, 15-9, 15-11).

Pada final double event kemarin, DKI Jakarta langsung tampil agresif. Duet Dwi Asih Lestari/Indra Yuliastin sempat membuat tim Riau yang diperkuat Sutini/Siti Khasanah sulit mengembangkan permainan. Set pertama menjadi milik DKI Jakarta dengan skor 15-12.

Di awal set kedua, DKI Jakarta masih bisa menguasai jalannya pertandingan. Perlahan namun pasti, Riau mampu mengejar perolehan angka DKI Jakarta. Tim Riau akhirnya bisa menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah merebut set kedua dengan 17-16.

Set ketiga, pertandingan makin menarik. Perolehan angka DKI Jakarta terus dibuntuti tim Riau. Smes keras Dwi Asih dan Indra gagal dikembalikan tim Riau. Set tiga menjadi milik DKI Jakarta 15-10 (2-1).

Pemain DKI Jakarta, Indra mengalami cedera ketika pertandingan masuk set empat. Indra digantikan Galuh Desiari. Duet kali ini sepertinya kurang kompak, sehingga banyak bola yang terbuang begitu saja. Sebaliknya Riau bisa memanfaatkan situasi tersebut dengan terus mencetak angka. Hingga akhirnya Riau unggul 15-10 (2-2).

Set lima yang merupakan penentuan, dimanfaatkan kedua tim untuk bisa memenangkan pertandingan. Awalnya pertandingan berjalan imbang, namun DKI Jakarta terus meninggalkan Riau dan akhirnya bisa memenangkan set kelima dengan 15-11 (3-2).

Pelatih DKI Jakarta, Lukman Bintang mengaku cukup puas dengan kemenangan yang diraih timnya. Apalagi pada kejuaraan ini pihaknya tidak menargetkan apa-apa. "Kita tida ada target, yang penting anak-anak bisa bermain bagus karena ini sebagai persiapan untuk menghadpi babak kualifikasi PON, Juli mendatang," paparnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengda Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Jabar, Usep Saprudin ketika disinggung tentang kegagalan tim Jabar pada Kejurnas kali ini mengatakan, kegagalan ini disebabkan karena pembinaannya yang masih terpecah.

"Saat ini atlet pelatda kita belum sentralisasi. Mereka masih melakukan latihan di masing-masing daerahnya. Seharusnya kita sudah melakukan sentralisasi mengingat babak kualifikasi akan digelar Juli mendatang. Sehingga kerja sama tim dan komunikasi juga kurang," paparnya.

Dengan begitu, Usep mengimbau KONI Jabar untuk secepatnya mengadakan sentralisasi. Bukan hanya itu, kami juga meminta secepatnya memberikan peralatan yang dibutuhkan untuk keperluan Pelatda. (B.110)**

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design